Promo

Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Kerusakan Rundll32.exe dan Cara Memperbaikinya

My-computer-256x256
Apa itu rundll32.exe? Itulah pertanyaan pertama yang harus kita pahami, sebelum kita bisa memperbaiki kerusakan pada file ini. Proses rundll32.exe adalah bagian dari OS Windows yang bertanggung jawab untuk menjalankan DLL dan menempatkan libraries dalam memori. Proses rundll32.exe dikenal sebagai program utilitas command line, dan melakukan fungsinya terintegrasi bersama dengan file rundll.exe. Rundll32.exe bekerja dengan menerapkan suatu fungsi yang diekspor dari modul DLL yang spesifik yaitu 16 bit atau 32 bit. Proses rundll32.exe adalah pengembangan dari Run DLL. index
Fungsi rundll32.exe merupakan program internal yang digunakan oleh Windows untuk menjalankan program-program internal lainnya yang belum dikenal sebagai DLL (dynamic link libraries) yang dibutuhkan oleh sistem operasi dan program-program anda (misalnya Word, Outlook, Internet Explorer, OpenOffice, Thunderbird, Firefox, atau apapun agar berfungsi). Program-program seperti ini dibebankan kepada DLL dan dibawah ke dalam memori dan kemudian memicu fungsi tertentu dari modul DLL.
Mengapa Rundll32.exe bisa error?
Error pada Rundll32.exe biasanya terjadi dalam menanggapi ketidak mampuan Windows untuk mengakses aplikasi, program atau file sebagai hasil dari sebuah file (Dynamic Link Library) yang rusak atau hilang atau sebagai respons terhadap adanya virus rundll32.exe yang dirancang untuk terlihat seperti sebuah proses Windows yang normal. Penyebab yang lain dari kerusakan rundll32 adalah karena proses install dan uninstall yang tidak sempurna sehingga menyebabkan system jadi crash.
Bagaimana mengatasi Rundll32.exe Errors
Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kerusakan ini;
  1. Cara otomatis dengan software. Cara mudah untuk memperbaikinya adalah dengan menggunakan sebuah software tool registry
  2. Dengan cara manual, yaitu dengan mengerjakan beberapa langkah-langkah perbaikan.
  3. Jika sudah sangat buntu, jalan terakhir adalah install repair atau install total.
How to Fix the “Windows Cannot Find C:WindowsRundll32.exe” Error
  1. Kadang-kadang ketika file rundll32.exe hilang, corrupted atau terinfeksi virus, anda mungkin mendapatkan pesan seperti ini: “Windows cannot find C:WindowsRundll32.exe. Make sure you typed the name correctly and try again”.
  2. Pertama-tama, scan komputer Anda dengan program antivirus yang handal untuk menyingkirkan setiap infeksi virus yang mungkin ditemukan. Namun, jika sebuah file rundll32.exe hilang atau rusak yang menyebabkan masalah, coba dulu mencari file rundll32.exe di folder C:Windows\system32\dllcache. Jika masih ada di sana, silakan copy dan pindahkan ke lokasi C:Windows\system32.
  3. Jika dalam folder dllcache juga tidak ada, silakan cari di C:Windows\ServicePackFiles\i386 dan copy ke tempat yang di maksud diatas.
Jika 3 langkah diatas masih gagal, lakukan proses berikut ini;
  1. Masukkan disk installer Windows kedalam CD/DVD ROM drive.
  2. Klik [Start] dan pilih [Run…].
  3. Ketik; [expand f:i386rundll32.ex_ c:windowssystem32rundll32.exe] dalam box Run tadi lalu tekan [Enter] maka proses peng-copy-an akan berjalan. Catatan F adalah drive cd/dvd room anda
  4. Setelah proses 3 diatas selesai, reboot computer anda dan tes hasilnya.
  5. Proses selesai dan the problem should be solved.
Catatan:
  1. Adakalanya ketika file rundll32.exe terinfeksi virus, justru computer tidak mau shutdown. Cara mengatasinya adalah delete dulu file rundll32 yang terinfeksi virus lalu copy kembali dari cd installer.
  2. Seharusnya setelah cara kedua diatas selesai, maka masalah akan hilang. Tetapi jika karena sesuatu hal tidak juga selesai, maka jalan berikut yang bisa ditempuh adalah install repair atau instalasi total system operasi.
Read more

Tutorial Lengkap Microsoft office 2003, 2007, 2010

Apakah0microsoft-office2010 Anda masih kesulitan dalam menggunakan Microsoft™ Office? Atau ingin belajar lebih menguasai tentang dasar penggunaannya? Anda tidak perlu mengikuti kursus atau seminar tentang penggunaan Microsoft™ Office. Cukup dengan mendownload tutorial Microsoft™ Office secara gratis dari Microsoft™, dijamin anda akan menjadi mahir dalam mengoperasikan aplikasi Office dari Microsoft™ ini.

Microsoft™ sebagai pengembang dari Microsoft™ Office telah menyediakan tutorial yang lengkap tentang cara penggunaan aplikasi Microsoft™ Office mulai dari Microsoft™ Office versi 2003, 2007 hingga 2010. Tutorial tersebut berisi tentang panduan dalam menggunakan setiap program aplikasi Office seperti Microsoft™ Access, Excel, Word, PowerPoint, Visio, dll.

Berikut ini adalah detail dari tutorial Microsoft™ Office yang bisa anda dapatkan secara gratis secara langsung dari Microsoft™:

1. Panduan Microsoft™ Office 2003

Bagi anda yang masih menggunakan Microsoft™ office 2003 dan ingin belajar cara mengoperasikannya, Microsoft™ juga masih menyediakan tutorialnya antara lain tutorial menggunakan Microsoft™ Access 2003, Excel 2003, FrontPage 2003, InfoPath 2003, OneNote 2003, Outlook 2003, PowerPoint 2003, Publisher 2003, Visio 2003, serta Microsoft™ Word 2003.

Microsoft™ telah memberikan dua alternatif cara bagi anda untuk mempelajari panduan tersebut, yaitu melihat tutorial tersebut secara online dalam bentuk video tutorial atau mendownload tutorial yang anda inginkan dalam bentuk file PowerPoint (.ppt).

2. Panduan Microsoft™ Office 2007

Di panduan menggunakan Microsoft™ Office 2007, anda bisa belajar dasar penggunaan dari aplikasi Microsoft™ Office 2007 meliputi: Microsoft™ Access 2007, Communicator 2007, Excel 2007, Live Meeting 2007, OneNote 2007, Outlook 2007, PowerPoint 2007, Project 2007, Publisher 2007, Sharepoint Server 2007, Visio 2007, serta Microsoft™  Word 2007.

3. Panduan Microsoft™ Office 2010

Aplikasi Office yang diajarkan dalam panduan menggunakan Microsoft™ Office 2010 ini antara lain: Microsoft™ Access 2010, Excel 2010, OneNote 2010, Outlook 2010, Powerpoint 2010, Project 2010, SharePoint 2010, SharePoint Workspace 2010, Visio 2010 serta Microsoft™ Word 2010.

Jika anda ingin melihat dan mempelajari cara menggunakan Microsoft™ Office tersebut secara online, maka cukup kunjungi situs berikut dan silahkan memilih tutorial mana yang ingin anda pelajari

Tutorial Microsoft office Online

Bagi yang mau download dan menyimpannya:

Office 2003

Office 2007

Office 2010

Read more

System Restore Point di Windows 7 dan Vista

My-computer-256x256 Membuat sebuah system restore point pada Windows, merupakan sebuah hal yang penting bagi Anda. Dengan membuat sebuah system restore point, Anda dapat mengembalikan (me-restore) kondisi Windows Anda ketika restore point tersebut dibuat. Sebagai contoh, misalkan Anda menginstall sebuah program baru pada komputer. Ketika selesai menginstall program tersebut, komputer mengalami crash atau tidak berjalan seperti biasanya. Apabila kebetulan Anda membuat sebuah system restore point sebelum menginstall program terebut, maka Anda dapat mengembalikan keadaan Windows Anda sebelum menginstall program terebut. Oleh karena penting sebuah system restore point, disarankan Anda selalu melakukannya sebelum melakukan perubahan atau menginstall program baru pada komputer Anda. Bagaimana cara membuat sebuah system restore point di Windows? Membuat system Restore pada Windows Vista maupun Windows 7  sangat berbeda dengan Windows XP  bahkan boleh dibilang sedikit lebih rumit. Di sini saya akan membahas langkah-langkah membuat system restore point pada Windows 7 dan Vista.Berikut langkah-langkah membuat system restore point pada Windows Vista ataupun Windows 7:

1. Klik kanan pada icon My Computer di desktop dan pilih menu Properties untuk membuka jendela System pada Control Panel. Anda juga bisa menggunakan shortcut Windows+Pause/Break untuk membuka jendela System saveaicopy

2. Disebelah kiri jendela System, klik menu System Protection untuk membukan jendela System Properties Windows Vista atau 7. SystemProtection

3. Pada jendela System Properties, pilih drive yang akan Anda buat system restore point-nya dan klik tombol Create. Windows7-System-Properties-Window

4. Selanjutnya akan muncul sebuah jendela yang meminta Anda untuk memberikan nama atau keterangan bagi restore point yang Anda buat. Berikan nama sesuai dengan yang Anda inginkan atau mudah dimengerti dan klik tombol Create.system-restore-point-5

5. Proses pembuatan restore point akan dimulai. Tunggu hingga proses ini selesai dengan ditandai sebuah Message Box muncul dan memberitahukan jika proses telah selesai.

Read more

Apakah Perbedaan antara DDR2 dan DDR3

 DDR-RAM Saat akan membeli sebuah Laptop mungkin Anda pernah dihadapkan dengan pilihan memori antara DDR2 dan DDR3. Lalu apakah sebenarnya perbedaan antara DDR2 dan DDR3? Perlu diingat bahwa laptop-laptop terbaru saat ini sudah mulai banyak yang menggunakan DDR3 dibandingkan dengan DDR2.
Beda antara DDR2 dan DDR3
DDR2 atau Double Data Rate 2 saat ini sudah menjadi standar untuk sebuah PC atau Laptop menggantikan DDR sebelumnya. DDR3 mengkonsumsi power 1.5V per chip lebih hemat 0.3V dibandingkan dengan DDR2, itu artinya sebuah Laptop dengan DDR3 akan mempunyai daya tahan yang lebih lama dibandingkan dengan yang memakai DDR2.
Untuk data transfer DDR2 mampu melakukan kinerja 400-1066 MT/s (MegaTransfer per second) dan 3200-8533 MB/s sedangkan DDR3 mampu bekerja 800-2133 MT/s dan 6400-17066 MB/s! untuk masalah I/O bus Clock DDR2 tersedia antara 200-800MHz sedangkan DDR3 4000-1600 MHz.
Lalu mana yang terbaik untuk dipilih? Jika anda baru membeli sebuah Laptop maka tentunya pilihan utama adalah Laptop dengan dukungan DDR3. Namun lain halnya jika Laptop atau PC Anda sudah menggunakan DDR2, tentunya Anda tidak bisa mengganti DDR2 tersebut dengan DDR3 karena adanya perbedaan slot! Begitu juga jika PC Anda menggunakan DDR (atau sering disebut DDR1) maka Anda tidak bisa menggunakan DDR2 atau DDR3 karena perbedaan slot diantara masing-masing memori tersebut.

Read more

Malware Win32/FakeXPA

Masih ingat dengan artikel Anti Virus Palsu yang pernah diposting disini? Baru-baru ini telah ditemukan oleh Microsoft Malware Protection Center (MMPC) sebuah malware baru bernama Rogue: Win32/FakeXPA. Rogue: Win32/FakeXPA sebelumnya bernama Antivirus 8 dan sekarang mengubah namanya menjadi AVG Antivirus 2011. Trojan yang satu ini menggunakan logo AVG pada user interface dan tampilannya memang mirip dengan AVG Antivirus. Ini telah dikonfirmasi ke pihak AVG sebagai pengembang AVG Antivirus dan Rogue: Win32/FakeXPA bukanlah buatan AVG. Namun, merupakan buatan orang lain yang sengaja menggunakan logo AVG untuk menipu user.

Win32-FakeXPA

Antivirus palsu ini akan membombardir penggunanya dengan dialog dan balon popup peringatan yang menyatakan adanya malware dan virus pada komputer korban. AVG_Blog_2AVG_Blog_3Hal ini merupakan peringatan palsu dari Antivirus palsu ini. Dan agar pengguna bisa membersihkan malware dan virus tersebut, pengguna diharuskan melakukan registrasi ke full version. AVG_Blog_4Untuk itu pengguna harus membeli license dari Antivirus palsu ini. AVG_Blog_5  AVG_Blog_6Selain itu, Win32/FakeXPA ini juga berusaha melakukan download beberapa malware lainnya. Seperti Malware Win32/Alureon. Sebaiknya berhati-hari jika mendownload antivirus AVG dari website lain selain website resmi AVG. Website yang bisa dipercaya untuk download diantaranya: website Softpedia, Cnet, atau FileHippo.

Read more

Flash Novicorp Buat Bootable FlashDisk Mu

Novicorp WinToFlash 0.6.0011 Beta Portable software gratis serial crack free download

Pernahkah anda mendengan Bootable Windows dengan Flashdisk? sudah sering dan bahkan sudah mencoba membuatnya?  Banyak software untuk membuat flasdisk bisa bootable, akan tetapi seringkali tutorial dengan software tersebut ribet dan berakhir dengan kesulitan untuk inplementasikannya. Nah bagi anda yang kesulitan tidak perlu berkecil hati sekarang ada software paling mudah untuk membuat bootable flashdisk. Para pemulapun akan sangat gampang /mudah menggunakan software yang satu ini.Untuk lebih detilnya ikuti langkahnya di bawah ini:

1 Download dulu software Flash Novicorp dan extrcak filenya kemudian klik2 kali pada tulisan winto flash aplication.

2. akan muncul jendela seperti ini Untitled-2 klik aja pada tanda centang berwarna hijau

3. klik next

Untitled-3

4. Pada jendela seperti di bawah ini

Untitled-4

5. Klik select pada Windows file path ( letak Drive cd /dvdRW tapi masukkan dahulu cd /dvd windows nya )
6. Kemudian klik select USB Drive ( letak Drive flashdisk anda tancapkan flash disk anda pada
USB) ukuran flashdisk 4 GB
7. kemudian klik next terus tunggu proses copy sampai selesai
8.Flashdisk anda siap di gunakan

anigif

Read more

Nawala

DNS-Nawala

Apa itu Nawala? Nawala adalah suatu proyek  layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan situs negatif. Membantu menapis jenis situs-situs negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian.

Bagaimana cara kerja Nawala? Sebetulnya Nawala bekerja atas perintah kita... bila kita menset DNS internet melewati jalur itu... maka pengguna internet akan tersaring. Suatu metode yang sangat Mubazir menurut penulis.

Siapa Pemilik Nawala? ternyata nawala bukanlah milik pemerintah, salah satu penggagas nawala adalah Irwin Day (http://www.blogger.com/profile/03140276521425160583) Walau Nawala banyak dibenci orang setidaknya usahanya patut didukung (karena Nawala gampang di tembus he he) coba bayangkan kalau internet di Indonesia diblokir dengan software yang susah ditembus… kan berabe…

Bagaimana Menembus Blokir Nawala? Husss… cari sendiri … jika anda jeli membaca artikel ini anda akan dapat menembus blokir dari Nawala… Selamat berpikir..

Read more

Mengatasi Lambatnya Koneksi Internet

 internet-main_Full Dalam koneksi internet, terkadang kita menghadapi koneksi yang lambat yang tidak semestinya, atau suatu saat tiba2 koneksi anda Down sampai ke level yang tidak masuk akal. Pertanyaannya adalah mengapa koneksi internetmenjadi lambat?. Kesal karena hal ini? dan pasti semua orang pernah mengalami hal ini. Ada beberapa faktor yang membuat koneksi internet menjadi lambat dan untuk memperbaiki koneksi ini agar menjadi cepat (optimal) harus diperhatikan hal- hal ini diantaranya:

  1. Paket Internet Yang Digunakan. Yang jelas paket internet telkomnet instan beberda dengan speedy paket 50 jam dan berbeda juga dengan speedy unlimited. Maka jangan heran jika telkomnet instan itu lambat. Tetapi yang masalah adalah jika paket speedy unlimited berjalan selambat telkomnet instan. Jika kantong cukup tebal mungkin bisa mempertimbangan membeli paket layanan internet yang lebih tinggi. (Dan jika anda tinggal di Jakarta ada baiknya mencoba Internet dengan ISP Smart paket Premium atau Ultimate, Penulis sendiri menggunakan Smart Ultimate) Bukan Promo Lho ☺
  2. Spesifikasi Komputer yang digunakan. Setelah data dan informasi elektronik melewati perangkat modulasi-demodulasi (Modem) maka pekerjaan selanjutnya akan dieksekusi oleh komputer. Nah disinilah peran spesifikasi komputer berbicara walaupun dalam keadaan normal pengaruhnya tidak begitu dominan dibandingkan dengan penyebab yang lain. Secara default (kondisi normal) jangan berharap bahwa eksekusi data dari internet Pentium III bisa sekencang Pentium IV. Artinya paling tidak untuk keperluan internet pakailah spesifikasi komputer minimal Pentium IV solo dan memory RAM 1 GB.
  3. File-file sampah internet yang menumpuk dalam komputer. Chace, browsing history, download history, cookies sebenarnya adalah data sementara yang disimpan oleh memory RAM pada browser dan folder tertentu dengan tujuan jika anda meminta kembali data-data tersebut secepatnya bisa diberikan oleh Memory RAM. Namun karena seringnya anda mengakses internet maka jumlah “simpanan” sementara tersebut menjadi bertumpuk-tumpuk dan malah akhirnya merepotkan komputer. Silahkan bersihkan sampah-sampah tersebut dari komputer anda. Jika Anda menggunakan Internet explorer [Tools]> [Internet Options]> [delete cookies]> [clear history]. Jika Anda pengguna Mozilla Firefox silahkan buka: [Tools]> [clear private data]> [clear private data now]. Jika Anda menggunakan Opera : [Tools]> [delete private data] >[delete]. Bisa juga menggunakan toll optimize misal CCleaner
  4. Pengguna Traffic Yang Overload. Jika anda pernah lihat banyak  orang membawa wadah hendak berebutan mengambil air pada sebuah selang kecil, kira-kira begitulah gambaran overload traffic internet. Artinya pada jam-jam tertentu internet pasti sangat sibuk dengan jumlah peng-akses puluhan juta orang. Server adalah mesin yang punya keterbatasaan yang jika dikunjungi oleh jutaan orang dengan permitaan yang berbeda-beda, bisa dibayangkan betapa sibuknya server tersebut. Maka gunakanlah internet pada jam-jam yang tidak begitu sibuk, misalnya anda mengakses website Indonesia paling bagus pada jam 05.00 sampai jam 07.00 pagi.  Dijamin pasti kencang.
  5. Penggunaan Hotspot yang Overload dan conflict IP. Bagi pengguna jasa hotspot maka penyebab lambatnya koneksi bisa duakali lipat yaitu Overload traffic dan diperparah dengn overload pengguna hotspot. Kemungkinan lain adalah ada pengguna hotspot yang sengaja melakukan conflict IP dengan menggunakan software tertentu dengan tujuan agar bandwidth anda bisa disedot. Oleh sebab itu jika anda pengguna hotspot disarankan menggunakan software AntiNetCut dan Hidden IP agar pengguna hotspot lain tidak bisa mengganggu anda.
  6. Hambatan Cuaca Alam. Sebagaimana diketahui bahwa informasi dan data elektronik yang disampaikan oleh ISP akan melayang-layang di udara dan perjalanannya bisa dihambat oleh cuaca buruk sebelum sampai ke perangkat wireless anda. Untuk hambatan cuaca ini sepertinya belum ada jalan keluar selain berdoa hehehe……
  7. Overload dan kendala teknis pada LAN. Sekalipun anda berada pada jalur  unlimited yang menggunakan LAN tetapi jumlah pemakainya terlalu banyak, maka hal yang sama akan terjadi kembali yaitu perebutan bandwidth. Selain itu ada hal-hal teknis pada LAN yang biasa menjadi hambatan misalnya socket yang sudah kotor, tidak rapat, longgar sehingga transmisi data tidak lancar. Kalau ini terjadi lakukan perbaikan seperlunya.
Read more

VIRUS AMBURADUL versi 2.0 : Virus dengan Teknologi Hacking beragam Metode Modern

virus amburadul

Amburadul.. begitulah kata yang terucap ketika seseorang terinfeksi virus ini, yang berakibat sangat fatal sampai user tak enak makan, minum mapun tidur, gara2 teringat semua data yang amburadul, hilang entah kemana dan bagaimana ceritanya, tiba-tiba "ntldr missing" ketika PC dinyalakan. Virus ini tergolong mulai terdeteksi akhir tahun yang lalu dan tergolong virus yang berakibat fatal. Sebelumnya versi 1.0 dari virus ini, cukup menghebohkan dengan kritik 'bahasa inggris si pembuat virus yang hancur lebur'.

Dalam versi 2.0 ini si pembuat mengunakan bahasa indonesia, mungkin belum sempat untuk kursus inggris. Virus masih dalam keluarga VB & Delphi yang di pack mengunakan UPX / PE Lite dengan mengadopsi file .pif/.cmd/.bat sebagai tringger route dengan mengunakan MacroX dan mengunakan celah keamanan VNC (remote control) port 590X. Virus lokal amburadul mengunakan celah keamanan dari share folder dan network device dengan mengunakan metode ipc$, admin$, serta brute force untuk menjalankan aksinya, tiba-tiba data/settingan kembali ke semula (default), demikian file/folder yang ter-sharing, lenyap berserta dengan file2nya, sekaligus box linuxpun ikut dikerjai dengan beberapa exploit yang ada didalam tubuh virus.
Sampai akhir desember 2010 ini, Vaksincom mendapakan laporan lebih dari 210 pelapor dalam 1 bulan terakhir ketika virus diperkirakan menyebar lewat YM, E-mail serta situs2 jejaring social seperti facebook, twiiter dan linkedin, yang menutup tahun 2010 dengan "Virus of The Year". Diperkirakan pembuat berasal dari Semarang, Indonesia seorang mahasiswa yang juga tergabung dalam group hacker turki "iSKORPiTX" dengan nick "The Conflickzer" , diketahui dari file trojan/backdoor dari badan file yang merupakan file pendukung untuk hacking dan beberapa exploit untuk mengexploitasi system operasi khususnya bagi penguna Linux.
Selain itu virus memiliki teknologi Multipolymorhpic yang merupakan file induk berupa karakter teracak dengan badan virus yang teracak juga, hal ini membuat sulit vendor antivirus untuk membuat antivirus yang tepat untuk virus ini. Selain itu virus mengunakan Macro Recording, dimana pada saat2 tertentu, mouse seakan2 berjalan sendiri dengan ketikan keyboard untuk menghapus seluruh file system/data pada komputer user. Ikuti perjalanan team Vaksincom membongkar virus Amburadul versi 2.0 ini.

 
1. Nama Virus : W32.Amburadul-2 alias Ambrol II/PoisonIvy/DeadLock/MatroX/Brontx.EQ/D.ALL
2. Asal Pembuat : Semarang - Indonesia
3. Dibuat dengan : Batch File adopt dari file .pif, .cmd, bat mengunakan MacroX & AutoIt dengan kompresi UPX / PE Lite dan Backdoor / Trojan dibuat mengunakan bahasa pemograman VB & Delphi.
4. Efek : Vaksincom mencatat ada 10 efek nyata yang dilakukan oleh Virus Amburadul sesuai dengan tringger routine virus, seperti :

  • Menghapus seluruh file offline pada drive Z s/d C secara berurutan, dengan memberi label volume "AMBURADUL" mengunakan batchfile/macrox (port 5900/vnc)
  • Mengformat data drive Z s/d C (kecuali system) dengan menganti label selain drive C dengan "AMBURADUL" dengan metode yang sama (no. 1).
  • Injeksi ke Internet Explorer dengan menambahkan System Down – hacked by iSKORPiTX (hacker turki yang memiliki backdoor / trojan celah keamanan pada rpc-windows.
  • Mematikan fungsi antivirus dengan cara melakukan uninstall dan mematikan proses penjagaan (guarding) antivirus/firewall.
  • Mengirimkan informasi typing horse ke iskorpitx@yahoo.com dan conflickzer@yahoo.com berupa update status virus dan info pc terinfeksi berupa key trapped.
  • File induk terletak pada badan file system windows (svchost.exe, csrss.exe, alg.exe) yang digunakan oleh virus conficker dengan menyebabkan rpc hole berakibat jaringan down/looping.
  • Mengunakan Macro Recording untuk menjalan aksi lewat remote VNC (port 5900), yang merupakan bug dari vnc versi 4 dengan membypass password default.
  • Menginject jaringan dengan metode IPC$ pada bug sharing pada Windows dengan melakukan direktori network listing untuk menjalankan aksi menghapusan file/data.
  • Mencoba untuk masuk ke sistim keamanan jaringan Windows / Linux dengan mencoba beberapa username dan password dengan metode bruteforcing. Dengan informasi user/password yang dicoba sbb :
    Username yang di gunakan :
    - admin
    - administrator
    - [namakomputer]
    - [namaworkgroup]
    - [namauser]
    - [namafilesharing]
    - [namadomain]
    - root
    - master
    - manager
    - system
    - sysadmin
    - sysop
    - SUPPORT_388945a0
    - ASPNET
    - HelpAssistant
    dengan password dalam file wordlist :
    - admin
    - administrator
    - password
    - admin123
    - adm
    - 123456
    - 12345
    - 1234567
    - qwerty
    - root
    - [namakomputer]
    - [namaworkgroup]
    - [namauser]
    - [namafilesharing]
    - [namadomain]
    - *blank*
    - ..dll
    Dan mengunakan teknik Bruteforcing dengan mencoba karakter A-Z, a-z,
    0-9, !@#$%^&*()-{}\<> untuk menembus jaringan lokal maupun alat -
    alat device seperti print server, router, access point, fingerprint, pabx,
    wacom, cctv, dll.
  • Membuat schduler pada Windows berupa tringger aktif dan Linux berupa crontab serta injeksi registry pada file.com, .exe, .pif, .lnk, .cmd, .txt, .jpg, dengan menambahkan explorer pada svchost.exe, userinit.exe dan winlogon.exe saat komputer di restart dan mematikan fungsi system restore dan windows/linux firewall.
5. Media Sebar : Flashdisk, e-mail (attachment/.lnk) dan Yahoo messenger.
6. Security Vuln : Merusak system kekebalan baik oleh Windows Firewall mapun aplikasi security seperti :
A2CMD, A2FREE A2GUARD A2SERVICE, ADVCHK, AGB, AHPROCMONSERVER, AIRDEFENSE, AKRNL, ALERTSVC, AMON, ANTIVIR APVXDWIN, ARMOR2NET, ASHAVAST, ASHDISP, ASHENHCD, ASHMAISV, ASHPOPWZ, ASHSERV, ASHSIMPL, ASHSKPCK, ASHWEBSV, ASWSCAN, ASWUPDSV, AVAST AVCENTER AVCIMAN, AVCONSOL, AVENGINE, AVESVC, AVEVAL, AVEVL32, AVGAM AVGCC, AVGCC32, AVGCHSVX, AVGCSRVX, AVGCTRL, AVGEMC, AVGFWSRV, AVGNSX, AVGNT, AVGNTMGR AVGSERV, AVGTRAY, AVGUARD, AVGUPSVC, AVGWDSVC, AVINITNT, AVIRA AVKSERV, AVKSERVICE, AVKWCTL, AVP, AVP32, AVPCC, AVPM, AVSCHED32, AVSERVER, AVSYNMGR, AVWUPD32, AVWUPSRV, AVXMONITOR AVXQUAR, AVZ, BDSWITCH, BITDEFENDER, BLACKD, BLACKICE, CAFIX, CCEVTMGR, CCSETMGR, CFIAUDIT, CFP, CFPCONFIG, CLAMTRAY, CLAMWIN, CUREIT, DEFENDERDAEMON, DEFWATCH, DRVIRUS, DRWADINS, DRWEB, DWEBIO, DWEBLLIO, EKRN, ESCANH95, ESCANHNT, EWIDOCTRL, EZANTIVIRUSREGISTRATIONCHECK, F-AGNT95, F-SCHED, F-STOPW, FAMEH32, FILEMON, FIREWALL FORTICLIENT, FORTISCAN, FORTITRAY, FPAVSERVER, FPROTTRAY, FPWIN, FRESHCLAM, FSAV32, FSAVGUI, FSBWSYS, FSDFWD, FSGK32, FSGK32ST, FSGUIEXE, FSMA32, FSMB32, FSPEX, FSSM32, GCASDTSERV, GCASSERV, GIANTANTISPYWARE, GUARDGUI, GUARDNT, GUARDXKICKOFF, GUARDXSERVICE, HREGMON, HRRES, HSOCKPE, HUPDATE, IAMAPP, IAMSERV, ICLOAD95, ICLOADNT, ICMON, ICSSUPPNT, ICSUPP95, ICSUPPNT, INETUPD, INOCIT, INORPC, INORT, INOTASK, INOUPTNG, IOMON98, IPTRAY, ISAFE, ISATRAY, KAV, KAVMM, KAVPF, KAVPFW, KAVSTART, KAVSVC, KAVSVCUI, KMAILMON, MAMUTU, MCAGENT, MCMNHDLR, MCREGWIZ, MCUPDATE, MCVSSHLD, MINILOG, MYAGTSVC, MYAGTTRY, NAVAPSVC, NAVAPW32, NAVLU32, NAVW32, NEOWATCHLOG, NEOWATCHTRAY, NISSERV NISUM, NMAIN, NOD32 NORMIST, NOTSTART, NPAVTRAY, NPFMNTOR, NPFMSG, NPROTECT, NSCHED32, NSMDTR, NSSSERV, NSSTRAY, NTOS, NTRTSCAN, NTXCONFIG, NUPGRADE, NVCOD, NVCTE, NVCUT, NWSERVICE, OFCPFWSVC, ONLINENT, OP_MON, OPSSVC, OUTPOST PAVFIRES, PAVFNSVR, PAVKRE, PAVPROT, PAVPROXY, PAVPRSRV, PAVSRV51, PAVSS, PCCGUIDE, PCCIOMON, PCCNTMON, PCCPFW, PCCTLCOM, PCTAV, PERSFW, PERTSK, PERVAC, PESTPATROL PNMSRV, PREVSRV, PREVX PSIMSVC, QHONLINE, QHONSVC, QHSET, QHWSCSVC, QUHLPSVC, RFWMAIN, RTVSCAN, RTVSCN95, SALITY SAPISSVC, SAVADMINSERVICE, SAVMAIN, SAVPROGRESS, SAVSCAN, SCANNINGPROCESS, SCANWSCS, SDHELP, SDRA64, SHSTAT, SITECLI, SPBBCSVC, SPHINX, SPIDERCPL, SPIDERML, SPIDERNT, SPIDERUI, SPYBOTSD, SPYXX, SS3EDIT, STOPSIGNAV, SWAGENT, SWDOCTOR, SWNETSUP, SYMLCSVC, SYMPROXYSVC, SYMSPORT, SYMWSC, SYNMGR, TAUMON, TBMON, TMLISTEN, TMNTSRV, TMPROXY, TNBUTIL, TRJSCAN, TROJAN, VBA32ECM, VBA32IFS, VBA32LDR, VBA32PP3, VBSNTW, VCRMON, VPTRAY, VRFWSVC, VRMONNT, VRMONSVC, VRRW32, VSECOMR, VSHWIN32, VSMON, VSSERV, VSSTAT, WATCHDOG, WEBSCANX, WINSSNOTIFY, WRCTRL, XCOMMSVR, ZLCLIENT, ZONEALARM
7. Modifikasi Reg : Selain menyembuyikan dari Task Manager / MsConfig, virus ini
mematikan beberapa fungsi windows dari registry seperti :
AntiVirusDisableNotify = 1
AntiVirusOverride = 1
FirewallDisableNotify = 1
FirewallOverride = 1
UacDisableNotify = 1
UpdatesDisableNotify = 1
Hidden = 2
EnableFirewall = 0
8. File Induk : Memiliki beberapa file induk :
- [fileacak].lnk // Shortcut untuk menjalankan Trojan / Backdoor
- [fileacak].pif // Trojan
- [fileacak].exe // Backdoor
- [fileacak].cmd // Script Otomatis Tringger Routine
- [fileacak].bat // Script Otomatis Tringger Routine
Terletak pada seluruh direktory file sharing maupun [drive]:\ [windir]\system32
[fileacak] = angka dan huruf dengan beberapa case menyamar sebagai svchost.exe, ctfmon.exe, alg.exe, dan csrss.exe.
9. AutoScript : Memiliki beberapa script berbahaya dengan mengunakan MacroX dengan
menggabungkan port 5900 pada VNC server (bug vnc diissue dari
tahun 2003, dapat di lihat jelas pada :
http://www.realvnc.com/pipermail/vnc...ch/037830.html
http://www.securityspace.com/smysecu....html?id=10758
dengan Script Macro yang dijalankan sesuai dengan tringger routine :
<//Script:RunFirst.macro//>
MousePos=45,755
MouseButton=1,1
Activate=Start Menu
Text={UP 3}{ENTER}
Activate=Run
Text=cmd{ENTER}
Activate=Program Manager
Activate=C:\[windir]\system32\cmd.exe
Repeat=26
Drive=Drive+Chr$([Count+1])
Text=[drive]<Shift>ü</Shift>{ENTER}cd\{ENTER}
Text=rd /S /Q .{ENTER}
Until=0
Activate=C:\[windir]\system32\cmd.exe
Text=c<Shift>ü</Shift>{ENTER}cd\{ENTER}
Text=rd /S /Q .{ENTER}
Activate=C:\WINXP\system32\cmd.exe
Text=format /C /Q [drive]:{ENTER}
Text=Label [drive] AMBURADUL
Wait=183
Text=LABEL AMBURADULt{ENTER}
Activate=Exit
Memiliki beberapa Script Macro dengan keyboard mapun mouse untuk menjalakan aksi dengan menyusup melalui celah vnc / port 5900/5901/2
10. Solusi : Untuk mengatasi virus Amburadul versi 2.0 ini sebelumnya diingatkan
agar backup data/files senantiasa dan pergunakan username/password yang
tidak baku / standar, lakukan update antivirus secara berkala.
  • Lakukan pemutusan terhadap jaringan/koneksi
  • Disable [System Restore] selama proses pembersihan
  • Matikan proses virus dengan mengunakan Process Explorer, cari beberapa file yang dicurigai seperti svchost.exe, ctfmon.exe, alg.exe dengan byte yang besar dan proses load processor yang tinggi serta beberapa file ext .tmp, .lnk, .sys, .drv dan file ext yang tidak standart.
  • Agar tidak terinfeksi kembali lakukan pembatasan pada policy windows dengan cara :

    -. Start -- Run ketik perintah SECPOL.MSC kemudian klik tombol [OK]
    -. Setelah muncul layar Local Security Settings, klik kanan pada menu Software Restriction Policies lalu klik Create New Policies
    -. Pada menu Software Restriction Policies, klik Additional Rules
    -. Klik kanan pada Additional Rules, kemudian pilih New Hash Rule, dan akan muncul layar New Hash Rule
    -. Pada kolom File hash klik tombol Browse, kemudian arahkan ke direktori [C:\Windows\system32\[fileacakvirus.exe] dan klik tombol [Open]
    -. Pada kolom Security level pilih [Disallowed]
    -. Pada kolom description boleh di isi atau dikosongkan saja
    -. Klik tombol [Apply] dan [Ok]
    Catatan: Jika komputer Anda tidak terinstall Windows XP Professional / 2003 Server 2000 Server / Vista / 2008 lewati langkah ini.
  • Hapus string registry dengan mengunakan CureIt dan Repair dengan mengunakan TuneUp Utilities 2010
  • Jika terinfeksi virus ini, user tidak dapat melakukan booting Windows dengan muncul pesan error NTLDR Is Missing, sebaiknya dilakukan Repair atau Install ulang.
  • Sementara untuk file yang telah di hapus, dapat direcovery mengunakan software Recovery seperti getDataBase / EasyRecovery / Recovery My Files dengan mengunakan type delete atau format recovery.
  • Hapus seluruh file virus dengan mengunakan Anti Virus yang terupdate.
  • Update patch security terbaru untuk celah port 5900, rpc, ipc$ melalui
    site microsoft :
    http://www.microsoft.com/downloads
  • Backup Data Anda sekarang juga!!! dan update antivirus!!

Akhir kata  kepada seluruh pengunakan PC di Indonesia, agar membackup data senantiasa secara terperiodik, jangan hanya mengandalkan program security, firewall atau antivirus karena program tersebut selalu kalah selangkah oleh program2 penganggu seperti virus, backdoor, trojan, dll. Lakukan update patch khususnya operating sisitim Microsoft Family, juga Linux disarankan karena virus mulai beralih ke system keamanan Linux.

Aj Tau
info@vaksin.com
PT. Vaksincom
Jl. Tanah Abang III / 19E
Jakarta 10160
Ph : 021 345 6850
Fx : 021 345 6851

Read more

Virus Shortcut

About

Anda pernah dengar virus shortcut atau komputer anda sedang terinfeksi jenis virus ini? Ya nama virus ini Virus PIF/Starter. Virus PIF/Starter atau Virus Shortcut memang membuat jengkel, gemes dan membuat pusing kepala. Virus yang satu ini memang sangat bandel. Tidak bisa di Kill processes begitu saja dari task manager, karena memiliki proteksi. Pekerjaan virus yang satu ini adalah membuat shortcut dari folder yang ada di komputer dan menyembunyikan (hidden)file atau folder aslinya. Orang yang awam akan mengira shortcut tersebut adalah folder, dan mendouble kliknya yang membuat virus itu akan semakin menyebar.

Salah satu ciri-ciri virus ini adalah komputer atau flashdisk anda akan banyak sekali shortcut yang namanya sama seperti folder pada komputer anda. Sangat menyebalkan. Antivirus kadang tak menemukan virus ini. Bagaimana menghapus shortcut yang terlanjur berada di mana-mana? Untuk itu  saya sarankan menggunakan perintah DOS contoh :

Del c:\folder\*.lnk /S

atau anda bisa mencoba tool VIRUS SHORTCUT REMOVER

Download dan Install di komputer anda, kemudian scan  ComputerMainRemovable Storage

Password Rar: solution

Read more

Blue Screen Windows XP & Solusinya

Blue Screen

Ketika Windows XP mendeteksi sebuah masalah yang tidak dapat diperbaiki, Windows XP akan menampilkan STOP Message (Pesan STOP). Message ini adalah pesan kerusakan dalam bentuk teks yang memberikan informasi mengenai kondisi yang terjadi.
STOP Message terkadang merujuk kepada BsoD (Blue Screen of Death) yang mengandung informasi spesifik yang dapat membantu Anda mendiagnosa dan memungkinkan Anda memperbaiki masalah yang terdeteksi oleh kernel Windows.
Catatan : daftar ini tidak menyeluruh dan tidak ditujukan untuk menyelesaikan setiap error/ kerusakan yang terjadi. Daftar ini hanyalah panduan untuk masing-masing pesan dan kemungkinan penyebab serta solusinya. Dengan memahami dasar dari pesan-pesan error juga akan memudahkan Anda untuk berkomunikasi dengan technical support.

blue-screen-of-death1

● Stop 0×0000000A or IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL

Pesan Stop 0×0000000A mengindikasikan bahwa proses kernel-mode atau driver mencoba mengakses lokasi di memori namun tidak mempunyai permission (ijin), atau pada kernel IRQL (interrupt request level) yang terlalu tinggi. Proses kernel-mode hanya bisa mengakses proses-proses lain yang mempunyai IRQL kurang dari atau sama dengan miliknya sendiri.
Pesan Stop ini umumnya terjadi karena kesalahan atau tidak kompatibelnya (tidak cocok) hardware dan software. Bisa juga terjadi karena setting BIOS yang kurang tepat.

- Pesan Stop 0×0000000A kemungkinan muncul setelah menginstall driver, system service, ataupun firmware yang salah. Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver, disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah untuk kemungkinan update driver yang tersedia.
- Pesan Stop ini juga mungkin terjadi karena hardware yang rusak atau bermasalah. Jika pesan Stop menunjukkan sebuah kategori device tertentu (video atau disk adapter, contohnya), coba lepas atau ganti hardware tersebut untuk menentukan apakah benar hardware tersebut sumber masalahnya.
- Jika Anda mengalami pesan Stop ini ketika meng-update Windows XP menjadi sp1, 2, ataupun 3, kemungkinan permasalahan terjadi akibat driver yang tidak kompatibel, system service, scanner virus, atau backup. Untuk mencegah hal ini, sebelum melakukan update Windows, konfigurasi hardware Anda menjadi seminim mungkin fiturnya, dan hapus semua driver third-party (tambahan) dan sistem servis (termasuk antivirus). Setelah update Windows selesai, hubungi manufaktur hardware Anda untuk mendapatkan update yang kompatibel dengan versi service pack (sp) Windows XP Anda.
- Jika Anda tidak yakin dengan ketiga pesan di atas, cobalah mereset setting-an BIOS Anda menjadi seperti semula.

● stop code 0X000000BE Attempted Write To Read only Memory ●
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstall software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

● stop code 0X000000C2 Bad Pool Caller ●
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Read only Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

● stop code 0X000000D1 Driver IRQL Not Less Or Equal ●
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Read only Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Read only Memory" di atas.

● Stop 0×0000001E or KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED                                     Pesan Stop 0×0000001E mengindikasikan bahwa kernel Windows XP mendeteksi sebuah instruksi prosesor ilegal atau yang tidak diketahui. Penyebab pesan Stop ini 0×0000001E mirip dengan penyebab pesan Stop 0×0000000A, yaitu karena pelanggaran akses dan memori yang tidak valid. Biasanya error-handler (pengendali error) default dari Windows XP akan mengatasi masalah ini jika tidak terdapat error-handling routines didalam kode instruksi yang dijalankan.

- Pesan Stop 0×0000001E umumnya terjadi setelah meng-install driver yang rusak atau system service, atau mungkin juga ada masalah pada hardware (seperti memori dan konflik IRQ). Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver, disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah untuk kemungkinan update driver yang tersedia.
- Jika pesan Stop mencantumkan file Win32k.sys, sumber kerusakan kemungkinan adalah program “remote-control” third-party. Jika program sejenis itu terinstall, Anda mungkin bisa me-disable-nya melalui safe mode. Jika tidak, gunakan Recovery Console untuk secara manual menghapus file system service yang menyebabkan masalahnya.
- Permasalahan juga dapat disebabkan karena firmware yang tidak kompatibel. Kebanyakan masalah ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) dapat diperbaiki dengan mengupdate firmware dengan yang terbaru.
- Kemungkinan lain karena ruang disk yang tidak mencukupi ketika menginstall aplikasi atau menjalankan fungsi tertentu yang membutuhkan memori lebih. Anda bisa menghapus file-file yang tidak dibutuhkan untuk mendapatkan ruang disk. Gunakan Disk Cleanup untuk menambah ruang disk. Melalui Recovery Console, hapus file temporari (file dengan ekstensi .tmp), file-file cache Internet, file backup aplikasi, dan file .tmp yang dihasilkan oleh Chkdsk.exe atau Autochk.exe. Anda juga bisa memilih untuk menginstall aplikasi di harddisk yang lain yang memiliki ruang lebih atau bisa juga memindahkan data dari harddisk yang penuh ke harddisk yang memiliki ruang lebih.
- Pesan Stop ini juga mungkin disebabkan oleh kebocoran memori (memory leak) dari aplikasi atau servis yang tidak me-release memori dengan benar. Poolmon (Poolmon.exe) membantu Anda mengisolasi komponen yang menyebabkan kebocoran memori kernel. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penanganan kebocoran memori lihat Microsoft Knowledgebase artikel Q177415 (http://support.microsoft.com/kb/177415) : “How to Use Poolmon to Troubleshoot Kernel Memory Leaks” dan Q298102 (http://support.microsoft.com/kb/298102) : “Finding Pool Tags Used by Third Party Files Without Using the Debugger”.

● Stop 0×0000002E or DATA_BUS_ERROR

Pesan Stop 0×0000002E ini mengindikasikan bahwa paritas memori sistem rusak. Penyebab kerusakan biasanya RAM, motherboard, Level 2 cache, atau memori video yang rusak, memori yang tidak kompatibel, atau ketika sebuah driver mencoba mengakses sebuah alamat direntang 0×8xxxxxxx yang tidak ada (tidak menunjuk ke alamat fisik). Pesan ini juga menunjukkan kerusakan harddisk karena virus atau sebab lainnya.

- Pesan Stop ini biasanya terjadi akibat RAM, motherboard, Level 2 cache, atau memori video yang rusak. Jika sebelum munculnya pesan ini Anda memasang hardware baru, lepaskan untuk memastikan apakah hardware tersebut penyebabnya. Jalankan juga software diagnosa yang diberikan oleh manufaktur sistem Anda untuk memastikan jika ada komponen yang rusak.
- Pesan ini dapat juga terjadi setelah menginstall driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia.
- Harddisk yang corrupt dapat juga menyebabkan pesan Stop ini.
- Selain itu, penyebab lain adalah komponen motherboard yang retak, tergores, atau cacat.
Jika semua solusi tadi tidak ada yang berhasil, bawalah motherboard Anda ke bengkel komputer untuk diperiksa lebih lanjut.

● stop code 0X0000009F Driver Power State Failure ●
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstall software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

● stop code 0X000000CE Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations ●
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Read only Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Read only Memory" di atas.

● stop code 0X000000D Driver Used Excessive Ptes ●
Lihat pada masalah “No More System PTEs,” di bawah.

● stop code 0X000000F2 Hardware Interrupt Storm ●
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

● stop code 0X0000007A Kernel Data In page Error ●
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

● stop code 0X0000007B Inaccessible Boot Device ●
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

● Stop 0×00000077 or KERNEL_STACK_INPAGE_ERROR                                            Pesan Stop 0×00000077 ini mengindikasikan bahwa sebuah page data kernel yang diminta dari file paging (virtual memory) tidak dapat ditemukan atau tidak dapat dibaca di memory. Pesan Stop ini juga menunjukkan kerusakan hardware disk, data disk yang corrupt, atau kemungkinan infeksi virus.

- Pesan Stop 0×00000077 dapat disebabkan oleh bad sector di paging file dari memory virtual atau kerusakan disk controller. Dalam kasus yang sangat langka, resource non paged pool yang terkurangi dapat menyebabkan error ini. Jika parameter pertama dan ketiga adalah 0 (nol), signature stack di stack kernel hilang, yang biasanya disebabkan oleh hardware yang rusak. Jika status I/O adalah 0xC0000185 dan file paging ada pada disk SCSI, coba cek kabel-kabelnya. Kode status I/O 0xC000009C atau 0xC000016A mengindikasikan bahwa data yang diminta tidak dapat ditemukan. Anda bisa mencoba memperbaiki hal ini dengan me-restart komputer. Jika masalah dengan integritas disk tetap muncul, Autchk, program yang akan menandai bad disk sector sebagai bagian rusak sehingga tidak akan digunakan kemudian, akan berjalan otomatis. Jika Autochk gagal untuk berjalan, Anda bisa melakukan cek integritas disk secara manual dengan mengikuti instruksi untuk menjalankan Chkdsk yang telah dijelaskan sebelumnya pada bagian “Stop 0×00000024 atau NTFS_FILE_SYSTEM”.
- Penyebab lain dari Pesan Stop 0×00000077 adalah hardware memori yang rusak atau malfungsi (misal, modul memori, L2 cache, RAM video). Jika Anda memasang hardware baru sebelum terjadi error, lepas dan gantilah dengan hardware baru untuk menentukan apakah hardware tersebut yang menyebabkan kerusakan ini. Anda juga dapat menjalankan software diagnosa yang disuplai oleh manufaktur hardware Anda untuk mengecek apakah hardware Anda rusak atau tidak.
- Selain itu, penyebab lain adalah komponen motherboard yang retak, tergores, atau cacat. Jika semua solusi tadi tidak ada yang berhasil, bawalah motherboard Anda ke bengkel komputer untuk diperiksa lebih lanjut.
- Penyebab yang dapat menyebabkan pesan Stop 0×00000077 juga dapat menyebabkan pesan Stop 0×0000007A. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pesan Stop 0×0000007A, dapat dibaca pada bagian 3 artikel ini dengan judul “Stop 0×0000007A or KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR”.

● Stop 0×00000079 or MISMATCHED_HAL

Pesan Stop 0×00000079 ini menunjukkan bahwa HAL (Hardware Abstraction Layer) dan tipe kernel komputer tidak cocok. Error ini sering terjadi ketika setting firmware ACPI dirubah. Contohnya, Anda mungkin meng-install Windows XP di komputer X86-based dengan opsi enable pada ACPI firmware di-enable-kan dan kemudian Anda disable-kan. Error ini dapat juga terjadi ketika file konfigurasi yang tidak cocok antara single dan multi-processor di-copy-kan ke sistem.

- Pesan Stop 0×00000079 muncul ketika sistem menggunakan file Ntoskrnl.exe atau Hal.dll yang sudah out-of-date (kadaluarsa). Hal ini dapat terjadi setelah perbaikan manual dengan meng-copy-kan file yang tidak tepat ke sistem. Error ini dapat juga terjadi ketika menggunakan file yang tidak cocok, seperti meng-copy multi-processor HAL ke dalam sistem yang menggunakan kernel single-processor (atau sebaliknya). Kernel dan file HAL untuk sistem single-processor dan multi-processor disimpan di dalam CD Windows XP Professional dengan menggunakan dua nama yang berbeda. Sebagai contoh, single-processor dan multi-processor masing-masing memiliki file Ntoskrnl.exe dan Ntkrnlmp.exe.
- Jika Anda mengalami pesan Stop 0×00000079 setelah mengganti setting firmware, restore-lah setting asli Windows XP Professional.
Karena sistem yang menggunakan ACPI HAL mengabaikan penugasan IRQ yang berada di firmware, maka Anda hanya bisa mengubah setting IRQ secara manual untuk sistem non-ACPI (Standard PC HAL). Beberapa sistem X86-based menyediakan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi ACPI. Untuk meng-enable dan men-disable ACPI, Anda harus mengubah setting firmware dan meng-install ulang Windows XP-nya karena perlu perubahan registry dan file sistem yang sangat banyak, Anda diharuskan melakukan Setup lagi (installasi dengan jalan upgrade tidak akan berhasil).


● Stop 0×0000003F or NO_MORE_SYSTEM_PTES

Pesan Stop 0×0000003F mengindikasikan bahwa ada satu atau lebih kerusakan di bawah ini :
- Sistem Page Table Entries (PTEs) terkurangi atau terpecah/ ter-fragment karena sistem menjalankan banyak aksi input dan output.
- Driver device yang salah tidak me-manage memory dengan benar.
- Sebuah aplikasi, seperti program backup, tidak mengalokasikan dengan benar sejumlah besar memory kernel.

- Pesan Stop 0×0000003F dapat terjadi setelah menginstall driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia.
- Sistem belum tentu kehabisan PTEs, tetapi blok memori yang berdekatan tidak dapat mencukupi kebutuhan driver atau aplikasi. Cek update driver yang mungkin tersedia dan baca dokumentasi untuk hardware serta aplikasi untuk kebutuhan minimum (minimum system requirement).
- Penyebab lain adalah kebutuhan yang berlebihan untuk sistem PTE oleh aplikasi. Kondisi ini sering terjadi pada komputer server. Windows XP Professional menyediakan entri registry, SystemPages, yang dapat Anda gunakan untuk menambah jumlah alokasi PTEs.
Peringatan: jangan melakukan perubahan pada registry kecuali Anda tidak punya pilihan lain karena hal ini mem-bypass keamanan standar yang dapat merusak sistem Anda, bahkan Anda mungkin terpaksa meng-install ulang Windows. Jika Anda benar-benar harus meng-edit registry, backup-lah registry Anda terlebih dahulu.
Cara untuk menambah jumlah alokasi PTEs melalui registry:
1. Pilih Start – Run – ketikkan : regedit
2.Dalam registry editor, navigasikan : HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Control \ Session Manager \ Memory Management
3. Klik ganda pada PagedPoolSize dan SystemPages untuk melihat nilai masing-masing entri.
4. Jika nilai PagedPoolSize tidak 0 (nol), isikan dengan 0 (nol).
5. Jika SystemPages tidak 0 (nol), isikan 40000 untuk sistem dengan memori 128 MB (atau kurang). Untuk sistem dengan memori antara 128 sampai 256 MB, isikan 110000. Sedangkan untuk sistem dengan memori di atas 256 MB, jangan isikan nilai di atas 110000 tanpa berkonsultasi dengan technical support dari Microsoft.
6. Klik Ok, dan tutup editor registri, lalu restart komputer Anda.

● Stop 0×00000024 or NTFS_FILE_SYSTEM

Pesan Stop 0×00000024 menunjukkan bahwa ada masalah didalam Ntfs.sys (file driver yang memungkinkan sistem untuk membaca dan menulis ke NTFS file system drives). Pesan Stop yang mirip, 0×00000023, menunjukkan ada masalah pada sistem file FAT16 atau FAT32 (File Allocation Table).

- SCSI yang malfungsi dan hardware ATA (Advanced Technology Attachment) atau driver dapat juga mempengaruhi kemampuan sistem untuk membaca dan menulis ke dalam disk dan menyebabkan error. Jika menggunakan harddisk SCSI, cek kabel dan masalah perhentian (termination problem) antara kontroler SCSI dan disk. Cek secara berkala Event Viewer untuk pesan error yang berhubungan dengan SCSI atau FASTFAT di dalam System Log atau Autochk di Application Log (Klik kanan pada My Computer, pilih Manage, pada bagian Computer Management – System Tools pilih Event Viewer).
- Cek tool yang biasa Anda gunakan untuk memonitor sistem Anda secara terus menerus (seperti antivirus, program backup, atau program disk defragmenter) apakah sudah kompatibel dengan Windows XP Anda. Beberapa disk atau adapter ada yang dipaketkan dengan software diagnosa yang bisa Anda gunakan untuk melakukan test hardware.
Cara untuk melakukan test harddisk atau integritas volume :
Metode 1:
1. Buka command prompt (Start – Run – ketikkan cmd)
2. Jalankan tool Chkdsk, yang akan mendeteksi dan mencoba untuk me-resolve struktur sistem file yang corrupt, dengan mengetikkan pada command prompt : chkdsk drive: /f
Metode 2:
1. Klik ganda My Computer dan pilih harddisk yang ingin dicek.
2. Pada menu File, pilih Properties.
3. Pilih tab Tools.
4. Pada bagian box Error-checking, klik Check Now.
5. Pada Check disk options, centang Scan for and attempt recovery of bad sectors. Opsi Automatically fix file system errors dapat juga dicentang.
Jika volume yang Anda pilih sedang digunakan, sebuah pesan akan muncul dan menanyakan apakah akan menunda disk error checking sampai Anda me-restart komputer. Setelah restart, disk error checking akan berjalan dan volume yang sedang dicek tidak akan dapat digunakan selama proses berlangsung. Jika Anda tidak bisa me-restart komputer karena error, gunakan safe mode atau Recovery Console.
Jika Anda tidak menggunakan sistem file NTFS, dan partisi sistem diformat dengan sistem file FAT16 ataupun FAT32 (File Allocation Table), informasi LFN (Long File Name) dapat hilang jika tool harddisk dijalankan melalui command prompt MS-DOS. Command prompt yang muncul ketika menggunakan startup floppy disk atau ketika menggunakan pilihan command prompt dalam sistem multiple boot yang menggunakan partisi FAT16 atau FAT32 dengan Microsoft Windows 95 OEM Service Release 2 (OSR2), Microsoft Windows 98, atau Microsoft Windows Millenium Edition (Me) yang terinstall. Jangan gunakan tool sistem operasi lain untuk partisi Windows XP.
- Memori nonpaged pool mungkin terkuras yang dapat menyebabkan sistem untuk berhenti. Anda bisa menyelesaikan masalah ini dengan menambah RAM, yang akan meningkatkan kuantitas dari memori nonpaged pool yang tersedia untuk kernel.

● Stop 0×00000050 or PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA

Pesan Stop 0×00000050 ini menunjukkan bahwa area yang diminta tidak ada dalam memori. Sistem akan membuat (generates) sebuah exception error ketika mereferensi kepada memori sistem yang tidak valid. Memori yang rusak (memori utama, L2 cache, RAM Video) atau software yang tidak kompatibel (software remote control atau antivirus) dapat menyebabkan pesan kerusakan ini.

- Jika Anda memasang hardware baru sebelum terjadi error, lepas dan gantilah dengan hardware baru untuk menentukan apakah hardware tersebut yang menyebabkan kerusakan ini. Anda juga dapat menjalankan software diagnosa yang disuplai oleh manufaktur hardware Anda untuk mengecek apakah hardware Anda rusak atau tidak.
- Pesan Stop 0×00000050 dapat terjadi setelah menginstall driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia. Jika driver baru tidak tersedia, coba gunakan driver dari alat yang mirip. Misalnya, printer Model 1100C menyebabkan pesan Stop 0×00000050, gunakan driver printer untuk Model 1100A atau Model 1000.

● stop code 0Xc0000221 Status Image Checksum Mismatch ●
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.
Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan's Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.

● stop code 0Xc000021A Status System Process Terminated ●
Disebabkan adanya masalah pada Win logon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.

 ● stop code 0X0000007F Unexpected Kernel Mode Trap ●
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).

 ● stop code 0X000000ED Unmountable Boot Volume ●
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”

● stop code 0 x00000135 Unable To Locate Dll ●
Biasanya disebabkan oleh sebuah file yang telah hilang atau rusak, atau kesalahan registri.
Solusi : Jika dokumen tersebut hilang atau rusak, biasanya blue screen akan menampilkan informasi nam file yang berkaitan, anda dapat mencari computer network atau dokumen lain yang sesuai, dan meng-copynya ke folder Sistem SYSTEM32 subfolder. Jika blue screen tidak menunjukkan nama file, kemungkinan kerusakan berada pada registry, gunakan System Restore.

 ● stop code x000000EA Thread Stuck In Device Driver ●
Biasanya disebabkan oleh video card (VGA) atau disebabkan oleh driver-nya.
Solusi: Install driver terbaru untuk video card anda, jika tidak, anda perlu mengganti VGA untuk checking jika kegagalan masih terjadi.

 ● stop code 0 x000000C2 Bad Pool Caller ●
Kesalahan driver berusaha untuk memasuki operation memory. Biasanya driver atau software yang disebabkan oleh BUG.
Solusi : Cabut RAM, tukarkan/pindah-pindahkan slot-nya.

 ● stop code 0 x000000B4 Video Driver Init Failure ●
Penghentian informasi yang seharusnya tidak memulai Windows karena berbasis grafis, sehingga tidak dapat masuk ke graphical interface. Masalah biasanya terletak pada kartu grafis, atau ada konflik dengan hardware grafis (parallel or serial port).
Solusi : Masuk ke Safe Mode lihat apakah masalah teratasi, jika teratasi, silahkan meng-upgrade driver graphi card terbaru, jika masih gagal, kemungkinan disebabkan oleh kartu grafis dan port paralel, buka "System Properties" di hardware -> Device Manager, double-klik LPT1 port untuk menghubungkan untuk print item tersebut, dalam "resource tab" hilangkan/unselect "use automatic configuration", kemudian "input I / O range "of" 03BC "to" 0378"

 ● stop code 0 x000000A5 ACPI BIOS Error  ●
Biasanya karena BIOS motherboard tidak mendukung/tidak support spesifikasi ACPI.
Solusi : Jika tidak ada file BIOS yang sesuai, maka dapat meng-instal-nya melalui CD Windows 2K/XP, ketika muncul "press F6 if you need to install a third-party SCSI or RAID driver" tekan tombol F7, jadi Windows akan secara otomatis mencegah instalasi ACPI HAL, dan instalasi PC Standar HAL.

 ● stop code 0 x0000009C Machine Check Exception ●
Biasanya disebabkan oleh hardware. Pada umumnya terjadi karena masalah overclocking atau hardware (memori, CPU, bus, power supply).
Solusi : Jika overclocking, frekuensi CPU asli 请降 (Qing Xiang) akan memeriksa hardware.

● stop code 0 x0000008E Kernel Mode Exception Not Handled  ●
Kesalahan pada kernel level aplikasi, tetapi Windows tidak menangkap kesalahan prosesor. Biasanya kesalahan kompatibilitas hardware.
Solusi : Upgrade ke driver terbaru atau meng-upgrade BIOS.

 ● stop code 0 x00000080 NMI Hardware Failure ●
Biasanya disebabkan oleh hardware. (Sepertinya ada kesalahan lblue screen dan hardware bond)
Solusi : Jika Anda baru saja memasang hardware baru, copot hardware-nya, ganti slot dan kemudian coba install driver terbaru, jika masalah muncul stelah update suatu driver, silakan kembalikan versi asli sebelumnya, untuk memeriksa apakah ada pencemaran di Goldfinger memori dan kerusakan, pemindaian virus, jalankan "chkdsk / r" untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan disk, memeriksa semua hardware add-in card. Jika masih gagal, hubungi perusahaan perbaikan komputer profesional dan minta bantuan.

● stop code 0 x0000007E System Thread Exception Not Handled ●
Kesalahan system process, tetapi Windows tidak dapat menangkap kesalahan prosesor. Banyak penyebabnya, termasuk: kompatibilitas hardware, ada masalah system driver atau system service, atau beberapa software.
Solusi : Harap gunakan "Event Viewer" untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari akar penyebab kesalahan yang ditemukan.

● stop code 0 x00000051 Registry Error ●
Deskripsi stop code, kesalahan system configuration manager atau kesalahan manajer karena hard disk itu sendiri memiliki kerusakan fisik atau file system, sehingga di dalam register file membaca input / output erorr.
Solusi : Gunakan "chkdsk / r" untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan disk.

● stop code 0 x00000058 FTDISK Internal Error Kegagalan karena kesalahan driver utama.●
Solusi : Pertama coba restart komputer untuk melihat apakah dapat menyelesaikan masalah, Jika tidak, coba "Last Known Good Configuration" untuk menyelesaikan.

 
● stop code 0 x0000005E Critical Service Failed ●                                           Awal yang sangat penting untuk mengidentifikasi sistem yang disebabkan kesalahan service.
Solusi : Jika Anda baru saja memasang hardware baru, copot hardware-nya, lalu buka Internet untuk memeriksa daftar apakah hardware itu kompatibel dengan Windows 2K/XP, dan kemudian restart komputer Anda, jika blue screen muncul, gunakan "Last Known Good Configuration" ,jika gagal, dianjurkan untuk memperbaiki atau re-install.

● stop code 0 x0000006F Session3 Initialization Failed ●
Error ini biasanya muncul pada Windows startup, biasanya muncul pertanyaan driver atau kerusakan yang timbul dari sistem file.
Solusi : Direkomendasikan bahwa penggunaan CD instalasi Windows untuk memperbaiki instalasi sistem.

 ● stop code 0 x00000076 Process Has Locked Pages●
Biasanya karena driver pada penyelesaian input / output.
Solusi :
- Langkah pertama: Klik Start -> Run: regedt32, cari [HKLM \ SYSTEM \ Currentcontrol Set \ control \ session manager \ memory management], double-byte value di sisi kanan "TrackLockedPages", nilai 1.
- Langkah Kedua: Jika blue screen lagi, maka pesan kesalahan akan menjadi: STOP 0x0000000CB (0xY, 0xY, 0xY, 0xY) DRIVER_LEFT_LOCKED_PAGES_IN_PROCESS salah satu dari keempat "0xY" akan muncul nama driver yang menjadi masalah, repair atau uninstall driver yang muncul.
- Langkah ketiga: Untuk masuk ke registry, hapus "TrackLockedPages" yang sudah ditambahkan tadi.
Multiple IRP Complete Request (stop code 0 x00000044) Biasanya disebabkan oleh driver perangkat hardware.
Solusi : Uninstall driver yang baru diinstal.

● stop code 0 x00000027 RDR File System ●
Penyebab kesalahan ini sulit untuk dinilai, tetapi "out of Windows memory management problem" kemungkinan akan menyebabkan munculnya stop code ini.
Solusi : Jika hal itu disebabkan karena memory management, meningkatkan/upgrade memori (RAM) akan memecahkan masalah.

● stop code 0x0000004E - PFN_LIST_CORRUPT ●
Mungkin RAM-nya cacat/rusak. Check suhu system, bisa disebabkan oleh system overheating. Gunakan RAM Tester untuk menguji RAM-nya cacat atau tidak, kalau masih garansi RMA saja, bisa diuji dengan mengganti RAM, atau mencopot salah satu RAM. Problem ini juga biasanya muncul karena ada bug driver, BIOS atau problem pada hardware. Detail teknisnya yaitu daftar Page Frame Number (PFN) corrupt, khususnya disebabkan dengan melewati daftar deskriptor memori yang buruk. Setelah Stop Code akan terdapat 4 nilai heksa: {Parameter 1, Parameter 2, Parameter 3, Parameter 4}.
Parameter 1 menjelaskan tipe violation (Parameter lainnya tergantung tipe komputer)
0x00000001 Head daftar corrupt
0x00000002 daftar masukan corrupt
0x00000007 Driver telah meng-unlock sebuah halaman tertentu lebih banyak dari yang di-lock-nya.
0x0000008F halaman bebas atau kosong dari list head corrupt
0x00000099 Page Table Entry (PTE) atau PFN corrupt
0x0000009A driver mencoba membersihkan page yang masih terkunci untuk IO.
Solusi Lain :
* Pastikan semua RAM (Jika lebih dari satu) tipe speed-nya sama. Beberapa motherboard tidak support jika speed RAM-nya berbeda.
* Jika problem ini muncul setelah menambahkan RAM, coba copot RAM yang baru ditambahkan.
* Check RAM-nya dah kenceng atau belum, pastikan sudah "klop" di socket-nya.
* Pastikan motherboard support RAM.
* Jika masalah masih ada, kemungkinan masalahnya disebabkan oleh memory pada video card, coba grafik card lain.
Gunakan fitur "Last Known Good Configuration"
1. Reboot computer.
2. F8 ketika akan masuk operating system loading screen.
3. Pilih opsi Last Known Good Configuration.
Tambahan :
Jika problem ini muncul setelah meng-install software baru, uninstall software-nya. Update semua driver, BIOS, Graphic Card, Motherboard, Operating System, dll.

Read more

Runtime errors

Graphic1

Ketika sedang mengoperasikan komputer, menjalankan suatu program lalu terjadi masalah komputer alias komputer “mogok” lalu muncul peringatan. Inilah saatnya anda mengalami salah satu dari runtime error. Ada banyak sekali runtime error dan kodenya masing-masing. Apa penyebab dan solusinya?
Runtime atau run-time error adalah pesan kesalahan dapat disebabkan oleh:

  1. Konflik Terminate-and-stay-resident (TSR) atau program yang sedang berjalan dan melakukan beberapa fungsi tertentu.
  2. Masalah software
  3. Virus komputer
  4. Masalah memori

Jalan keluar mengatasi masalah ini adalah:

Sebelum mengikuti rekomendasi untuk pemecahan masalah pada runtime error Anda jika Anda mendapatkan runtime error dengan kode kesalahan runtime dan pesan kesalahan seperti ” Runtime error 75 path/file access error”, lihat kode runtime error untuk melihat penjelasan kode kesalahan dan informasi tambahan dan penyebab kesalahan tersebut.

Konflik Terminate-and-stay-resident
Jika Anda mengalami pesan kesalahan runtime sedangkan Anda memastikan bahwa masalah tidak disebabkan oleh program pihak ketiga atau TSR seperti daftar dibawah, dan anda tetap mengalami masalah yang sama, pastikan bahwa tidak ada utilitas atau program yang sedang dibuka di autoexec.bat /config.sys dengan cara penggantian nama file temporal. Untuk melakukannya, ikuti petunjuk di bawah ini.

Boot ke MS-DOS prompt. Klik start » Run lalu ketik [cmd] pada kotak search. Setelah masuk MS-DOS prompt, ketik: cd lalu tekan enter. Selanjutnya ketik lagi : ren autoexec.bat autoexec.ch » lalu tekan enter. Ketik lagi : ren config.sys config.ch» lalu tekan enter. Setelah selesai, reboot komputer.

Masalah software
Jika masalah tetap ada kemungkinan bahwa program, utilitas atau permainan yang menyebabkan runtime error. Verifikasi melalui situs web pengembang bahwa semua update atau patch yang mungkin tersedia yang telah Anda download dan install.
Jika tidak ada patch atau update yang tersedia, upaya untuk menghapus dan / atau instal ulang program yang menyebabkan masalah. Jika Anda memiliki runtime error pada sistem operasi Anda, instal ulang sistem operasi.

Add-on, plug-in, atau perangkat lunak tambahan
Banyak error runtime juga disebabkan oleh Pengaya lain, plug-in, atau perangkat lunak tambahan lain yang telah diinstal ke komputer dan berhubungan dengan program. Jika Anda memiliki perangkat lunak tambahan yang terinstal dan berhubungan dengan program yang menghasilkan kesalahan pastikan tidak ada tersedia update untuk program-program dan/atau mencoba menguninstall masing-masing untuk memastikan mereka tidak menyebabkan masalah anda.

Virus komputer
Karena virus komputer yang mampu merusak system pengaturan/memori maka adalah mungkin bagi virus komputer untuk menghasilkan runtime error. Disarankan selalu update antivirus anda dan scan komputer.

Runtime error listings

Di bawah ini adalah daftar dari Microsoft Windows dan kode Windows runtime error dan perangkat lunak terkait pesan kesalahan Runtime. Jika Anda menemui salah satu kode kesalahan seperti daftar di bawah ini  ikutilah petunjuk informasih tambahan untuk pemecahannya.

Runtime error code

Runtime error message

Additional information

5

Illegal function call

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

6

Overflow

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

7

Out of memory

This issue can be caused when the computer does not meet the programs system requirements or to much memory is already being used for the program to run.

If your computer meets the requirements try first reinstalling the program to make sure it's not an issues with the program installation. If this does not resolve your issue try reboot your computer.

9

Subscript out of range

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

10

Duplicate definition

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

11

Division by zero

Problem with a math formula in the program or the programs code. Verify no software updates are available for the program causing this error.

13

Type Mismatch

Make sure your system regional settings are setup correctly and that the program you're running is made for your version of Windows.

14

Out of string space

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

19

No Resume

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

20

Resume without error

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

28

Out of stack space

This issue can be caused by a program or memory error. First try going through the out of memory and reboot your computer, if this does not resolve the issue try reinstalling / updating the program.

35

Sub or Function not defined

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

48

Error in loading DLL

This issue is often caused with a bad installation or an issue caused after another program has been installed that replaced the programs DLL. Close all programs and TSRs (Terminate-and-stay-resident) and try installing the program again.

52

Bad file name or number

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

53

File not found

File required by the program to run is not found. Program needs to be reinstalled or missing file(s) need to be copied back to the computer.

54

Bad file mode

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

55

File already open

Program or file associated with program is being used and program does not have access to use it. Try closing all open programs and run program again.

58

File already exists

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

61

Disk full

The disk, for example, the hard disk drive does not have enough space for the program to run or for associated files to be copied to. Free up disk space on the computer hard drive.

62

Input past end of file

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

63

Bad record number

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

64

Bad file name

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

68

Device unavailable

A hardware device or necessary requirement for the program is not being found. Verify all hardware and software required by the program is installed. If you continue to have the same issues verify the latest updates are installed for the program as well as any hardware device the program needs.

70

Permission denied

The location of where the program is being copied to does not have proper rights. Or a file that is trying to be copied over because it's currently being used. Try closing all programs and TSRs and running/installing the program again.

71

Disk not ready Verify you have proper rights to the location you are attempting to install the program to.

74

Can't rename with different drive Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

75

Path/File access error Program does not have rights or access to a file. Often this is caused when a program is trying to access a network file it doesn't have proper access to either because of network privileges or something is blocking the program. This issue can also be caused when the file is being used by another program or is read-only.

76

Path not found Directory of where the program needs to be copied to or files associated with the program need to be copied to is missing. Try reinstalling the program.

91

Object variable set to Nothing Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

93

Invalid pattern Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

94

Illegal use of NULL Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

102

Command failed Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

339

A file is missing or invalid

An associated program file is missing or corrupt. Try reinstalling the program.

429

Object creation failed Program is corrupted, try reinstalling the program generating the runtime error.

438

No such property or method

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

439

Argument type mismatch

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

440

Object error

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

901

Input buffer would be larger than 64K

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

902

Operating system error

Verify the program is compatible with your  version of Windows and has any software updates.

903

External procedure not found

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

904

Global variable type mismatch

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

905

User-defined type mismatch

A setting either in the program shortcut or being defined by the user is correct. Try running just the program without any additional settings or variables.

906

External procedure interface mismatch

Program error, verify the program has all the latest updates. If updated try reinstalling the program. If you continue to have the same errors contact the software developer.

1001

Out of memory

This issue can be caused when the computer does not meet the programs system requirements or to much memory is already being used for the program to run.

If your computer meets the requirements try first reinstalling the program to make sure it's not an issue with the program installation.

1025

DLL is not supported

This issue is often caused with a bad installation or an issue caused after another program has been installed that replaced the programs DLL. Close all programs and TSRs and try installing the program again.

6025

  See Next Posting.
Read more

Delete this element to display blogger navbar

Daftar Isi

 
© 2010 Solution is proudly powered by Blogger